"DEG..DEG...DEG..."
Suara degup jantungku tak beraturan dikala melihat sosok lelaki diparkiran. Ku kayuh sepeda ontelku dengan cepat kearah parkiran sekolah. Aku sengaja mengatur timing agar berpapasan dengan laki-laki tersebut. Yup, sesuai perkiraan. Kita saling bertatapan. Wajahku memerah, jantungku semakin tidak karuan. Tapi mulutku terkunci. Lagi-lagi aku tidak berani menyapanya. Namanya Danu Maheswara atau biasa dipanggil danu. Dia adik kelas sekaligus cinta pertamaku. Oh ya! Kenalkan namaku, Kugy. Ini adalah kisah cinta pertamaku. Entah kapan mulanya perasaan itu tumbuh. Sejak duduk dibangku SMP, danu sudah memenuhi duniaku. Suasana hening. Danu pun bergegas meninggalkanku. Kini, parkiran menjadi tempat favoritku. Tempat dimana aku bisa bertemu dengan danu selain di perpustakaan.
Di koridor kelas, aku bertemu dengan Nisa dan Caca. Kami bertiga berada dikelas yang sama. Sebagai mahluk yang introvert, memiliki satu dua teman sudah cukup bagiku. Nisa, temanku ini cerewet dan suka sekali makan tetapi badannya tetap kurus. Mungkin cacing alaska menghuni usus besarnya sehingga sebanyak apapun dia makan badannya tetap kurus. Sedangkan caca, anaknya pendiam, suka baca buku dan dia seorang k-popers.
"Gy, PR matematika mu sudah dikerjain?" Tanya Nisa.
"Mampus. Aku lupa kalau ada PR!" Saut ku.
"Yaudah sama. Gih buruan kita nyontek punya Caca. Boleh kan ca?" Tanya Nisa.
"Hmmm" Caca hanya mengangguk sambil tetap konsentrasi baca fanfic di handphonenya.
Caca memang maniak korea tapi dia juga jago matematika. Sebagai manusia yang cukup tak tau diri tentu kita harus menjaga aset negara yang satu ini. Jam menunjukkan pukul 06.30 WIB. Suasana kelas mulai riuh dengan suara teriakan anak-anak yang lupa kalau ada PR matematika. Semakin histeris ketika jam pertama adalah pelajaran matematika yang mana gurunya sangat tidak ramah. Namanya bu Sri. Perawakannya tinggi kurus dengan kacamata menghiasi wajahnya. Tatapannya tajam seakan-akan siap mengeksekusi penghuni kelas. Semua tegang kecuali Caca yang tetap santai sambil mengunyah sisa roti sisir sisa sarapan yang dia beli di ibu kantin tadi. Sebagai manusia yang tidak pandai matematika, saking gugupnya tanpa sadar aku menulis surat wasiat di lembaran terakhir buku matematikaku.
****
Siang itu, aku dan Nisa bergegas ke perpustakaan sekolah untuk meminjam novel lima sekawan. Bukunya cukup usang karena terbit entah tahun berapa akan tetapi isi ceritanya membuatku penasaran setiap kali membacanya. Lembar demi lembar aku baca, tak lama sayup-sayup aku mendengar suara yang tidak asing ditelinga. Tampak suara anak laki-laki berbicara dengan petugas perpustakaan bertanya tentang novel yang sama persis dengan yang aku baca. Aku abaikan dan kembali serius membaca.
"Eh danu lagi liatin kamu, gy!" Ucap Nisa kegirangan sambil menggodaku. Nisa adalah satu-satunya orang yang mengetahui rahasiaku. Rahasia bahwa aku menyukai danu.
"Dih biasa saja" jawabku.
Ku lihat danu sedang melihat kearahku dengan buku ensiklopedia ditangannya. Lagi-lagi mata kita saling bertatapan sebentar. Jantungku kembali berdegup kencang. Danu tersenyum manis sekali. Andai aku bisa menghentikan waktu, ingin sekali aku mengabadikan momen tersebut di handphone jadulku kala itu. Seketika aku berpikir 'apakah dia juga diam-diam suka denganku ya?' Kini aku mulai percaya diri, tampaknya danu juga menyukaiku.
Sejak saat itu aku dan danu sering bertemu di perpustakaan. Tak jarang kita saling membalas senyum atau sekedar saling curi pandang. Ku perhatikan dia terkadang bersama dengan temannya sambil mengerjakan tugas di perpus. Dan seperti biasa aku tetap melanjutkan novel lima sekawan yang sedang aku baca akhir-akhir ini. Tanpa aba-aba, tangan kecil laki-laki menepuk pundakku yang sedang serius membaca novel.
"Hai, kak" sapanya pelan setengah berbisik.
aku melirik ke arah samping. DOR. Ternyata danu!
"y...yaa?" jawabku gugup. hampir saja jantungku copot.
"boleh bicara sebentar nanti setelah bel masuk? ada yang ingin aku bicarakan" tanyanya pelan. suaranya lembut.
"oh boleh. sebentar lagi bel kan" ucapku berusaha tenang.
"hehe aku tunggu didepan ya" sambil tersenyum danu pergi meninggalkanku.
WHAT? ADA APA INI? DIA MAU BICARA APA?
(Bersambung)



Kalo gak males bakal dilanjutin wkwkwk
BalasHapus